Terima Kasih... Mang!

Suatu malam, aku mengendarai "mime" ku yang sebentar lagi lunas ! Saat itu, aku memacu si mime dengan kecepatan yang tinggi (menurut ukuranku) agar segera sampai di rumah karena malam sudah semakin larut. Aku tidak banyak mengalami hambatan karena jalan yang ku lalui tampak lengang, tentu saja...



Setelah melewati 3/4 rute pulang, tiba-tiba bagian belakang si mime agak terasa bergoyang, seketika aku menyadari kalo ban belakangnya bocor. Aku memperlambat laju si mime dan menepi untuk melihat sekeliling barangkali menemukan tukang tambal ban, dan ternyata nihil. Tak lama kemudian, ada seorang bapak keluar dari dalam rumah menghampiriku, mungkin karena dia melihat aku kebingungan. Dia pun bertanya apakah aku mencari sesuatu atau sesiapa. Aku memberitahu dia bahwa aku sedang mencari tambal ban. Dia menunjuk ke suatu tempat yang....Alhamdulillah tidak jauh dari tempatku berada. Setelah mengetahui tempat tersebut, aku memutar arah dan dengan pelan menuju tempat tambal ban setelah berpamitan dan tidak lupa say thank u.

Setibanya disana, aku langsung memarkirkan si mime dalam antrian yang tidak panjang (tentu saja karena cuma ada satu motor yang bannya sedang ditambal). Tak lama kemudian giliran si mime yang ditambal. Si Mang dengan sigapnya membongkar ban dalam mime, dan memeriksa kebocoran yang dialaminya. Hasil pemeriksaan menunjukan banyak sekali bocor yang ada di ban dalamnya akibat tertusuk paku dan ban dalam terlipat. Setelah mengetahui hal itu, aku tahu bahwa tak ada gunanya menambal ban dalam karena seharusnya ban dalam tersebut diganti. Aku mengemukakan keinginanku untuk mengganti ban dalam, dan Alhamdulillah si Mang mempunyai stok ban dalam mio karena biasanya jarang ditemukan tempat tambal ban yang menyediakan ban dalam mio. Kemudian aku menanyakan harganya, dan aku agak tercengang...karena uang yang aku punyai kurang untuk membayarnya. What should I do?

Tanpa berpikir lama, aku meminta si Mang agar memasang dulu ban dalam nya dengan menyerahkan selembar uang 20rb an dan meminta izinnya untuk berhutang dulu dengan menjanjikan sisa hutangku akan dibayar besok pagi saat aku pulang kerja (agak memelas...). Dan Si Mang mempercayaiku...unconditionally!!! Hari giniii... Ntah apa alasannya, mungkin karena aku terlihat maaf... ehmm... jujur.

Malam itu, setelah si mime berganti ban dalam dan ready to go, aku berpamitan ke Mang tambal ban, dan memacu si Mime kembali untuk pulang. Sepanjang perjalanan tidak lepasnya aku mengucapkan syukur, dan kisah ini tak kan ku lupa sepanjang hidupku. Sekali lagi, "Makasih...Mang!"

*) Mime : mio merah

Comments

Popular posts from this blog

CNC

Dari Four Seasons Of Loneliness hingga Yesterday

Aku menggerutu saat menonton Avatar