Posts

Showing posts from 2007

Punclut yang bikin ciut!

Punclut alias puncrut begitu orang Bandung sering bilang adalah nama satu tempat di utara kota Bandung. Kalau tidak salah, pernah salah satu TV swasta meliput tempat ini. Aku sendiri hampir lupa-lupa ingat. Seingatku, waktu aku masih SD pernah berkunjung kesana. Itu pun tujuan sebenarnya bukan maen, melainkan ikut babe nemenin mama yang waktu itu diopname di Rumah Sakit TNI AU Salamun. Malem minggu ini (hiks...) aku diajak temenku nginep di daerah Ledeng. Dia berencana untuk jalan2 pagi keesokan harinya ke Puncrut by foot dari Ledeng. Setahuku jauh banget perjalanan dari Ledeng ke Puncrut. Dia bilang, katanya ada jalan tembus dari Ledeng. Masuk akal juga, karena Ledeng juga terletak di utara kota Bandung. Jika melalui jalan besar, rute yang kan kita lalui akan membentuk huruf U. Dilandasi rasa penasaran akan rupa Puncrut saat ini, aku mengamini ajakan temanku. Pagi ini kita menyusuri jalan, dimulai dari jalan sersan surip (jalan kecil sebelah terminal Ledeng). Karena ini adalah perj

Terima Kasih... Mang!

Suatu malam, aku mengendarai "mime" ku yang sebentar lagi lunas ! Saat itu, aku memacu si mime dengan kecepatan yang tinggi (menurut ukuranku) agar segera sampai di rumah karena malam sudah semakin larut. Aku tidak banyak mengalami hambatan karena jalan yang ku lalui tampak lengang, tentu saja... Setelah melewati 3/4 rute pulang, tiba-tiba bagian belakang si mime agak terasa bergoyang, seketika aku menyadari kalo ban belakangnya bocor. Aku memperlambat laju si mime dan menepi untuk melihat sekeliling barangkali menemukan tukang tambal ban, dan ternyata nihil. Tak lama kemudian, ada seorang bapak keluar dari dalam rumah menghampiriku, mungkin karena dia melihat aku kebingungan. Dia pun bertanya apakah aku mencari sesuatu atau sesiapa. Aku memberitahu dia bahwa aku sedang mencari tambal ban. Dia menunjuk ke suatu tempat yang....Alhamdulillah tidak jauh dari tempatku berada. Setelah mengetahui tempat tersebut, aku memutar arah dan dengan pelan menuju tempat tambal ban setel

I Liu Pa

Selama saya bekerja di perusahaan penjualan kendaraan, banyak saya amati hal-hal yang diluar dugaan saya hal-hal tertentu masih berlaku. Seperti bila customer menginginkan no. polisi tertentu agar terdaftar di kendaraan yang akan dibelinya. Biasanya no. pol yang diinginkan customer tidak jauh dari hal-hal berikut : 1. No. pol yang bisa dibaca. Kita sudah tidak asing lagi untuk hal yang satu ini. Pernah lihat no. pol 84 MS? yang menempel di Mercy-nya Bam Samson? atau 170 NK, kepunyaannya Jonathan Fritzy? 2. No.pol yang mempunyai inisial tertentu. Misalnya B 1 RI, punya orang No. 1 Republik Indonesia, alias babeh presiden. 2. No. pol ada angka 9. Termasuk juga saudara-saudaranya 99, 999, atau boleh jadi empat angka yang salah satunya ada angka 9. Konon angka 9 merupakan angka sempurna dan angka yang membawa keberuntungan dan kesuksesan . Selain angka sembilan angka 8 dan angka 7 juga, ada beberapa yang mengatakan bawa hoky, seperti "Lucky Seven". 3. No.pol anti angka 13 ata

INDONESIA RAYA

Tanggal 17 Agustus sebentar lagi datang. Bermacam-macam sikap bangsa Indonesia untuk menyambut HUT RI yang ke-62 ini. Yang paling bersemangat adalah anak-anak muda yang menjadi panitia HUT RI, kita bisa lihat di tengah jalan anak-anak muda yang menjual minuman gelas dalam rangka mencari dana. Ada pula yang ramai berdiskusi. Nah loh? Baru-baru ini pakar telematika Roy Suryo mempublikasikan temuannya yaitu rekaman asli lagu Indonesia Raya yang terdiri dari 3 Stanza. Rekaman itu ia dapatkan dari sebuah museum di Belanda. Konon, rekaman ini dibuat oleh seorang berasal dari China berdasarkan pesanan orang Indonesia (aku lupa siapa dia, atau mungkin saja WR supratman sendiri). Media ramai membahas tentang temuannya ini. Ada yang memberikan tanggapan, salah satunya Des Alwi pakar sejarah sekaligus anak angkatnya Bung Hatta. Terlepas dari semua diskusi tentang lagu Indonesia Raya temuan Roy Suryo, ada satu pernyataan dia yang membuatku penasaran, tentang asal muasal kenapa rekaman lagu I

Antara Wudlu dan Tayamum

Kadang kita sering bertanya-tanya "mengapa untuk bersuci saat tiada air di sekitar kita, kita dapat menggunakan debu yang menempel di tempat-tempat sekitar kita? apakah tidak menjadi lebih kotor?". Ternyata secara kimia, debu yang kita gunakan untuk bersuci mempunyai sifat yang sama dengan air. Yaitu sama-sama dapat menghilangkan kotoran yang menempel pada bagian-bagian anggota wudlu atau tayamum. Imagine that!.

Cita-Cita

Berbicara tentang cita-cita, pasti berbicara tentang apa yang kan kita lakukan di masa depan. Masalahnya, hingga saat ini bila kita playback, merenungi langkah2 yang telah kita lakukan. Apakah langkah kita saat ini sudah berada di rel yang benar agar cita2 kita tercapai? Apakah karunia Allah yang telah kita dapat sekarang ini perlu kita lepaskan hanya karena tidak berada pada rel cita2 kita? Cita-cita ku : menjadi seorang guru yang berwiraswasta dan menghasilkan sebuah tulisan yang berguna untuk anak-anak bangsa masa depan. Mungkinkah jika di usia mau memasuki kepala tiga, aku sama sekali belum memulai langkah itu. Dan masih menyukuri apa yang telah Allah anugerahkan kepadaku, sebagai karyawati di perusahaan swasta? Tidak terlambatkah? Aku sadari aku harus memulai suatu langkah, tapi aku sendiri terkadang tidak tahu harus mulai dari mana. Apa dengan meninggalkan apa yang telah aku dapatkan selama ini?