I Liu Pa

Selama saya bekerja di perusahaan penjualan kendaraan, banyak saya amati hal-hal yang diluar dugaan saya hal-hal tertentu masih berlaku. Seperti bila customer menginginkan no. polisi tertentu agar terdaftar di kendaraan yang akan dibelinya. Biasanya no. pol yang diinginkan customer tidak jauh dari hal-hal berikut :

1. No. pol yang bisa dibaca.
Kita sudah tidak asing lagi untuk hal yang satu ini. Pernah lihat no. pol 84 MS? yang menempel di Mercy-nya Bam Samson? atau 170 NK, kepunyaannya Jonathan Fritzy?

2. No.pol yang mempunyai inisial tertentu.
Misalnya B 1 RI, punya orang No. 1 Republik Indonesia, alias babeh presiden.

2. No. pol ada angka 9.
Termasuk juga saudara-saudaranya 99, 999, atau boleh jadi empat angka yang salah satunya ada angka 9. Konon angka 9 merupakan angka sempurna dan angka yang membawa keberuntungan dan kesuksesan . Selain angka sembilan angka 8 dan angka 7 juga, ada beberapa yang mengatakan bawa hoky, seperti "Lucky Seven".

3. No.pol anti angka 13 atau 4. Banyak yang percaya angka 13 adalah angka sial sama dengan 4, dimana 1 + 3 = 4. Banyak juga customer yang masih percaya kesialan angka 13 dan 4, apa...dosa mereka coba? hehehe.. Ada yang bilang juga kalo angka 4 kalo dibaca dalam bahasa mandarin artinya mati!! Waw..

4. Angka 178 atau 168
Pada awalnya saya ga ngerti kenapa juga ada customer yang suka dengan angka ini. Ada yang bilang angka 178, seperti yang terlihat adalah angka yang menanjak alias semakin membesar. Kalo mobil dengan no.pol tersebut dipakai untuk usaha, itu artinya usahanya akan terus meningkat, seperti no. pol yang terdapat di mobilnya.
Kalo angka 168, mungkin saja filosofinya sama dengan angka 178, tapi ternyata nomor ini bisa dibaca. 168 bila dibaca dalam bahasa mandarin (lagi-lagi mandarin) adalah I Liu Pa, yang berarti "Jalan menuju sukses". Kalo dipikir-pikir boleh juga angka 168 ini...Seperti D 168 NH..Hehe

Comments

Unknown said…
Like this...
Main mobil apa?
Salam kenal, Roofyan (MUGEN)

Popular posts from this blog

CNC

Dari Four Seasons Of Loneliness hingga Yesterday

Aku menggerutu saat menonton Avatar